Desain model pembelajaran kolaboratif berbasis keterampilan berpikir kritis

         Pembelajaran kolaboratif adalah sebuah proses dimana peserta didik pada berbagai tingkat kemampuan atau kinerja bekerja sama dalam kelompok kecil untuk menuju tujuan bersama. Hal ini merupakan pembelajaran dengan cara pendekatan yang berpusat pada peserta didik yang berasal dari teori pembelajaran sosial dan perspektif sosio-konstruktivis mengenai pembelajaran.

          proses pembelajaran hendaknya dapat mengaktifkan siswa, membangun motivasi belajar siswa, memberi kesempatan pada pengetahuan untuk berkembang. Dari ketiga hal tersebut, maka  kegiatan pembelajaran  sebaiknya dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa, menggunakan prinsip saling memahami dan saling menghormati satu sama lain dan materi pembelajaran lebih dikembangkan kepada konteks. Berdasarkan konsep inilah pembelajaran kolaboratif dikembangkan.

        dengan pendidikan diharapkan dapat membentuk karakter penerus bangsa yang inovatif, terampil dan kreatif. Untuk mengembangkan kreativitas siswa, dalam proses pembelajaran kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu hal yang penting, karena dengan berpikir kritis siswa akan menggunakan potensi pikiran secara maksimal untuk memecahkan suatu permasalahan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, berpikir kritis juga penting untuk merefleksi diri siswa agar siswa terbiasa dilatih untuk berpikir.

         Kemampuan berpikir kritis akan muncul dalam diri siswa apabila selama proses Pembelajaran di dalam kelas, guru membangun pola interaksi dan komunikasi yang lebih menekankan pada proses pembentukan pengetahuan secara aktif oleh siswa. Semakin sering umpan balik yang dilakukan guru kepada siswa, maka akan semakin berkembang kemampuan siswa dalam bertanya, berargumentasi, maupun menjawab pertanyaan dari guru.

         semakin sering siswa dilatih untuk berpikir kritis pada saat proses pembelajaran di kelas, maka akan semakin bertambah pula pengetahuan dan pengalaman siswa dalam memecahkan permasalahan di dalam maupun di luar kelas. Oleh karena itu, menjadi tugas bagi guru untuk mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam proses pembelajaran yang dipimpinnya. Untuk memberikan kemampuan berpikir kritis kepada siswa, tidak diajarkan secara khusus sebagai suatu mata pelajaran. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran Quantum

Desain Model Pembelajaran disrupsi inovasi melalui IoT